Ketika mengingat bahwa bumi ini masih akan dihuni oleh anak cucu kita, maka sudah selayaknya kita meningkatkan kesadaran untuk lebih berhati-hati dan bertanggungjawab dalam menjaga lingkungan. Tentunya banyak di antara kita ingin melakukan hal-hal besar bagaimana menjaga bumi dan lingkungan, namun seringkali tidak mengerti bagaimana caranya.
Padahal, menjaga bumi tidak harus dengan berpikir hal-hal besar. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, seperti upcycling barang-barang atau benda-benda bekas yang bagi beberapa orang sudah dianggap sampah atau bahkan limbah. Metode upcycle maupun recycle mengajarkan kita bahwa sampah juga dapat diubah menjadi sesuatu yang baru, menjadi barang-barang baru dan unik dengan nilai guna yang baru juga. Apabila setiap masalah pastilah memiliki solusi, maka setiap limbah pun pasti memiliki cara untuk dikelola.
Berbicara mengenai sampah, dan upaya penangananya kita mengenal istilah 3 R, Reuse,
Reduce, dan Recycle. Secara sederhana artinya:
– Reuse: menggunakan kembali
– Reduce: mengurangi penggunaan
– Recycle: mendaur ulang.
Istilah recycle pastinya sudah tidak asing di telinga kita, namun bagaimana dengan Upcycle?
Beberapa dari kita mungkin kerapkali menyamakan dan bahkan mencampuradukan antara recycle dengan upcycle, padahal sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda. Recycle ataupun upcycle memiliki arti dan alur kerja yang berbeda. Di dalam proses recycle, bahan dasar atau material yang akan digunakan harus mengalami perubahan bentuk terlebih dahulu. Contohnya, material kertas yang harus diolah menjadi bubur kertas, atau plastik yang harus dihancurkan atau dileburkan. Sedangkan dalam proses upcycle memiliki cara kerja yang lebih simpel, yaitu dengan memfungsi ulang suatu material atau barang atau benda yang masih bisa digunakan.
Intinya, recycle berarti mendaur ulang suatu barang yang sudah tidak lagi digunakan, sementara upcycle adalah memberikan fungsi baru pada suatu benda atau barang yang tidak lagi digunakan. Nah, karena jauh lebih simpel dan juga mudah inilah, upcycle menjadi salah satu cara yang tepat dan cermat untukmengisi waktu luang di rumah. Dengan upcycling kita dapat menghasilkan barang-barang baru yang unik dan memiliki nilai guna yang juga baru. Hal ini bisa berupa apapun, dan untuk kebutuhan apapun. Dari sekadar sebuah ‘dekorasi’, sampai sesuatu yang memiliki manfaat ‘riil’. Mulai dari lilin aromaterapi, hingga pupuk organik buat tanaman. Terdapat banyak sekali cara untuk mengubah barang-barang lama dan bekas menjadi sesuatu yang baru, dengan upcycle pastinya. Dari mulai sesuatu yang sedikit rumit, sampai yang gampang dan cukup simpel.
Akhir-akhir ini muncul sebuah teori menarik yang digagas oleh seorang insinyur Jerman, Reiner Pilz. Yaitu mengenai penjabaran Recycling menjadi Downcycling dan Upcycling. Antara downycling dan upcycling ini keduanya adalah upaya untuk mengurangi permasalahan sampah dan limbah. Namun ada yang menarik dari konsep keduanya. Di mana downcycling identik dengan penurunan nilai produk, contoh sederhana adalah pada pengolahan limbah plastik. Botol plastik dan sejenisnya dikumpulkan, lalu dihancurkan menjadi ukuran lebih kecil untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan pembuatan plastik lagi, yang secara nilai berkurang. Sementara upcycling lebih memiliki makna yang positif, secara sederhana ia bermakna menaikan nilai tambah atau value baik estetik maupun ekonomis.
Sama-sama menggunakan material sampah botol plastik, apabila pada downcycling dijadikan bijih plastic, sementara pada konsep upcycling bisa dijadikan kerajinan lampu hias misalnya.
Nah, bagi Anda yang tertarik mengikuti workshop upcycling, bisa langsung mengikutinya di Hyundai motorstudio.