Setelah mengumumkan perkembangan sistem S/4HANA sebagai wujud terbaru dari penggunaan SAP di bisnis, para perusahaan pun memiliki batas waktu sampai tahun 2025 untuk melakukan SAP migration. Migrasi atau perpindahan ke sistem terbaru ini ternyata tak bisa dilakukan sembarangan. Prosesnya pun tidak mudah, yang mana harus Anda perhatikan 4 hal berikut.
Hal Yang Wajib Diperhatikan Saat Melakukan Migrasi
- Keuntungan yang didapat dari migrasi
Untuk sistem terbarunya, SAP menghadirkan setidaknya tiga peningkatan di aplikasi ERP yang digunakan. Beberapa keuntungan tersebut dapat menjadi kunci pemilihan jenis integrasi migrasi sistem. Seperti contohnya adalah aspek easy to use atau mudah dipakai. Aspek ini meningkat dengan banyak simplifikasi dan improvisasi user experience.
Alhasil, S/4HANA menggunakan sistem terbaru dan meningkatkan kemudahan penggunaan di produk SAP Fiori. Tak hanya itu, Simplicity yang diberikan pun mencakup produk SAP Business Suites data model. Beberapa peningkatan juga muncul dari pengurangan tipe tabel dari data model sehingga penghapusan rekam jejak lebih baik dan aplikasi bekerja lebih cepat.
Ada pula peningkatan dalam hal solusi, yang mana ditawarkan sebagai kelebihan S/4HANA. Kunci ini berfokus pada pengadaan fungsionalitas terbaru yang membantu mengurangi risiko update terlambat karena kurangnya Resource dari sumber. Hal ini, akan menjadi fungsi SAP migration ke S/4HANA yang menarik untuk digunakan.
- Jenis migrasi
Setidaknya terdapat empat jenis tipe integrasi yang pebisnis dapat pilih. Mulai dari self-hosted and on-premise, menggunakan bantuan partner untuk hosting, Cloud ERP, atau manajemen cloud pribadi. Perbedaannya lebih menekankan sistem ekstensi dan penggunaannya. Karena itu, pastikan perusahaan menggunakan pilihan yang paling sesuai.
- Waktu Yang Tepat
Meski berkesan sederhana, namun proses perpindahan sistem ini bisa memakan waktu satu sampai satu setengah tahun lamanya. Terutama untuk perusahaan besar yang membutuhkan integrasi kompleks. Karena itu, ada baiknya untuk mempertimbangkan waktu yang lebih dini sebelum mencapai deadline perubahan total di tahun 2025.
- Menggunakan Sistem Cloud EDI Baru Atau Lama?
Penggunaan EDI data sebagai sumber data mungkin juga perlu transisi serupa. Dalam hal ini, ada baiknya untuk mempertimbangkan bagaimana proses migrasi ini akan berpengaruh pada sistem EDI yang digunakan. Terutama dengan sistem S/4HANA yang semakin modern. Beberapa fungsi Edi mungkin saja tak akan berfungsi lagi.
- Memilih Perusahaan Penyedia Yang Sesuai
Beruntungnya, banyak sekali perusahaan yang siap membantu proses SAP migration. Mulai dari EDI providers hingga Soltius Indonesia yang siap membimbing proses perpindahan tersebut. Adanya perusahaan penyedia tersebut akan mengoptimasi proses dan memberi solusi terbaik untuk penggunaan S/4HANA di masa ke depan. Karena itulah gunakan penyedia berkualitas.
Pada dasarnya, migrasi sistem SAP ini bukanlah hal yang bisa Anda remehkan. Meski telah menggunakan ERP dari tahun ke tahun, perpindahan ini bisa menjadi hal yang cukup sulit dilakukan. Anda perlu mempertimbangkan jenis integrasi, waktu, hingga sistem cloud yang digunakan. Beruntungnya, Anda dapat bekerja sama dengan Soltius untuk proses migrasi tersebut.