Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali adalah pertemuan ketujuh belas Kelompok Duapuluh. KTT Telah diselenggarakan di Bali, Indonesia pada tahun 2022. Presidensi Indonesia berlangsung sejak 1 Desember 2021 hingga KTT pada kuartal keempat tahun 2022.
Nah, dalam kesempatan kali ini akan coba mengupas berita seputar tentang KTT G20 Bali sebagai berikut ini:
1. Jokowi Menggelar ‘Syukuran” KTT G20 Bali Bersama Para Menteri
Presiden Indonesia Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama para menteri dan kepala lembaga. Rapat terbatas dilakukan guna mengevaluasi pelaksanaan KTT G20 di Bali.
Rapat terbatas tersebut digelar di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2022). Adapun yang menghadiri rapat terbatas tersebut di antaranya adalah Menko Marves Luhut Binsar Padjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andik Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga menteri BUMN Erick Tohir.
“Siang hari ini kita akan evaluasi pelaksanaan KTT G20. Tapi mungkin ini bukan evaluasi ya, lebih pada syukuran,” kata Jokowi.
Dalam rapat terbatas tersebut ada sejumlah hal yang akan dibahas. Yang pertama, soal penyelenggaraan KTT G20. Kedua, soal deklarasi Bali yang disepakati oleh para pemimpin dunia. Selanjutnya adalah tentang tindak lanjut dari kesepatakan yang didapat di dalam KTT G20.
“Terkait substansi ini juga sangat penting dan itu juga kita peroleh Deklarasi Bali. Kemudian, yang ketiga berkaitan dengan hasil yang kongkret. Saya kira juga ini betul-betul yang paling penting agar segera ditindaklanjuti dengan membentuk task force untuk menyelesaikan kesepatakan-kesepakatan karena ada 226 proyek yang bersifat multilateral dengan nilai USD 238 miliar dan 140 proyek yang bersifat bilateral dengan nilai USD 71,4 miliar,” ujar Jokowi.
Pak presiden juga meminta seluruh jajarannya untuk memastikan semua proyek dilaksanakan dengan cepat. Selanjutnya, Jokowi meminta akan komitmen investasi yang disepakati dalam G20 Bali dipercepat.
“Jangan sampai komitmen investasinya sudah ada, itu tidak bisa terealisasi di lapangan.” ujar Jokowi.
Jokowi juga meminta agar task force untuk menindaklanjuti kesepatakan investasi di KTT G20 untuk segera dibentuk.
“Oleh sebab itu, peru segera ada task force khusus. Mislanya yang Amerika siapa, yang UEA siapa, yang Korea siapa, yang Jepang siapa. Semuanya, yang China siapa sehingga semuanya bisa secara detail menindaklanjuti apa yang menjadi kesepatakan kita di Bali.” pungkas Jokowi.
2. Alasan Jokowi Busungkan Dada Salami Biden-Xi Jinping di KTT G20 Bali
Jokowi berbagi cerita saat dirinya bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 Bali. Beliau mengatakann bahwa dirinya bersalaman dengan kedua pimpinan Negara tersebut tanpa menunduk dan dengan penuh rasa percaya diri serta optimis.
“Kita harus yakin akan kemampuan kita sendiri, kita harus percaya diri dan optimis. Waktu kemarin di G20, semua lihat kan? Kita mampu berdiri tegak dengan kepala mendongak di antara Negara besar dunia.” kata Jokowi dalam acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).
Kemudian Jokowi menceritakan kejadian dirinya saat bersalaman dengan Joe Biden dan Xi Jinping. Beliau sempat memperragakan cara dia bersalaman dengan Joe Biden. Jokowi Nampak membusungkan dada dengan muka mengarah ke depan. Para hadirin pun bergemuruh.
Beliau juga mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara besar. Jokowi kembali memeragakan caranya bersalaman, kali dengan dengan Xi Jinping.
“Waktu salaman dengan Presiden Xi Jinping, disana negara besar, kita juga negara besar. Saya salam begini,” ujar Jokowi.
Jokowi menyatakan bahwa dirinya bersalaman tanpa menunduk. Beliau kembali meminta masyarakat Indonesia untuk percaya diri dan optimistis.