Penyebab Munculnya Perilaku Playing Victim & Cara Mengatasi Perilaku Playing Victim

Mengenal Playing Victim, Penyebab, Ciri dan Cara Mengatasinya - Parboaboa

Dikutip dari WebMD, victim mentality atau playing victim sebagai korban merupakan tindakan seseorang yang menempatkan dirinya sebagai korban dan mengklaim bahwa hal buruk yang terjadi pada mereka terjadi karena faktor eksternal selain diri mereka sendiri. Faktor tersebut bisa jadi orang lain, sistem, atau sesuatu di luar kendali manusia seperti nasib atau takdir. Sifat dari playing victim muncul dikarenakan beberapa penyebab, baik dari dalam diri, lingkungan sekitar, maupun masa lalu orang tersebut.

Penyebab Munculnya Perilaku Playing Victim

  • Tidak Diberi Kepercayaan untuk Bertanggung Jawab

Seseorang dengan mentalitas korban tidak terbiasa dengan tanggung jawab. Baik dia tidak pernah dipercaya oleh orang yang lebih mumpuni ataupun dia tidak berani mencoba bertanggung jawab atas sesuatu. Sehingga pada akhirnya, orang ini menjadi seseorang yang merasa dirinya tidak bertanggung jawab atas apa pun, termasuk atas kehidupannya sendiri.

 

  • Merasa Tidak Mendapat Keuntungan Apapun

Hal ini sering disebabkan oleh faktor eksternal seperti kehidupan sosial. Di mana orang tersebut merasa tidak mendapat perhatian dan simpati dari lingkungan sekitar. Ataupun tidak bisa menikmati jaminan kesehatan sebab tidak sanggup membayar iuran BPJS Kesehatan. Walaupun terkadang ada saja keuntungan dan perhatian yang mereka dapatkan dengan cara lain, orang-orang dengan mental korban sulit merasakan dan mengapresiasinya.

 

  • Memiliki Trauma Masa Lalu

Beberapa orang yang memiliki trauma masa lalu membentuk sikap playing victim saat semakin dewasa. Hal tersebut karena mereka tidak segera mencari bantuan selayaknya dari orang lain. Orang yang memiliki trauma masa lalu dan memiliki sifat playing victim biasanya merasa dirinya paling malang dan ingin dikasihani.

 

  • Tidak Berani Memilih dan Mengambil Risiko

Rasa takut yang muncul dalam pikiran membuat seseorang tidak mau mengambil risiko dan menimbulkan kecenderungan playing victim. Pasalnya, mereka merasa tidak pernah memilih mengambil risiko. Padahal tidak memilih pun adalah suatu pilihan.

 

Cara Mengatasi Perilaku Playing Victim

Sifat dan perilaku playing victim hadir disebabkan oleh berbagai faktor. Namun yang jelas, hal ini bukan sifat yang melekat sejak lahir. Sehingga, playing victim bisa dikurangi dan bahkan dihilangkan. Dikutip dari WebMD, terdapat 4 cara yang bisa dilakukan jika Anda merasa memiliki sifat playing victim dan ingin menghilangkannya.

 

  • Menyayangi Diri Sendiri

Menyayangi diri sendiri memiliki istilah populer self-love atau self-care. Mulailah dengan menyayangi diri sendiri dan meyakini bahwa diri kita berharga. Usahakan tidak terjebak dalam pikiran bahwa semua orang membenci dan memusuhi kita. Selain itu, fokuslah pada orang-orang yang peduli pada kita. Apabila merasa pikiran negatif mulai menguasai, cobalah tuliskan dalam jurnal sebagai cara belajar mengenali diri sendiri dan masalah yang kita hadapi.

 

  • Katakan Tidak dengan Bijak

Berkata ‘ya’ dan mengikuti keinginan orang lain terkadang membuat kita merasa tidak memiliki kesempatan mengenali diri sendiri dan mengetahui apa yang kita butuhkan. Mulailah belajar memilah mana yang sebaiknya disanggupi dan mana yang sebaiknya dilewati. Awalnya, mungkin akan terasa tidak enak karena kita membuat orang lain kecewa, namun memprioritaskan diri untuk saat ini lebih penting.

 

  • Belajarlah Memilih, Mengambil Risiko, dan Bertanggung Jawab

Semua orang selalu memiliki pilihan. Kita bisa memilih untuk bertindak seperti apa, atau mengambil risiko dan tanggung jawab yang mana. Apa yang kita pilih merupakan tanggung jawab kita sendiri. Jika terdapat hasil yang buruk mengikuti di belakang, maka itu risiko yang harus kita hadapi.

 

  • Lakukanlah Terapi dan Belajar tentang Playing Victim

Setelah menyadari bahwa kita memiliki sifat playing victim, sebaiknya mulai belajar tentangnya dan bagaimana cara mengatasinya. Jika perlu, lakukan terapi dan konsultasi dengan tenaga profesional. Playing victim akut biasanya akan mengganggu kehidupan sehari-hari, jadi sebaiknya segera ditangani agar tidak mengganggu produktivitas kita.