Bagi banyak orang, menabung dan mengumpulkan dana darurat mungkin bukan perkara mudah. Boro-boro nabung, uang gaji aja belum tentu cukup untuk hidup satu bulan dan masih harus cari “tambalan” sana-sini, saking banyaknya kebutuhan.
Banyak dari kita mungkin pernah atau bahkan sedang berada dalam kondisi ini. Alhasil, punya tabungan hanya sekadar angan-angan. Selebihnya, hanya berusaha melanjutkan hidup dengan uang gaji yang kita terima setiap bulan.
Tapi, sebenarnya, walau tertatih-tatih, masih ada kok yang bisa kita lakukan supaya kita tetap bisa punya dana darurat walau nggak besar. Paling nggak, di saat mendesak, ada sedikit tumpuan yang bisa kita andalkan, selain meminjam uang.
Apalagi seperti yang kita tahu, akses pinjaman sampai kredit online sekarang tersebar di mana-mana dan mudah didapat. Mau pinjam uang, hanya butuh 1×24 jam dengan aplikasi fintech seperti Kredivo untuk pencairan. Tapi tentu, nggak sehat kalau harus terus-menerus andalkan kredit dan pinjaman untuk kebutuhan mendesak.
Maka dari itu, ada 5 langkah yang bisa kamu coba perlahan-lahan agar sedikit demi sedikit bisa punya dana darurat, yaitu:
Menyadari pentingnya fungsi tabungan dan juga dana darurat
Sebelum mulai menyisihkan uang, penting bagi kita untuk menyadari kenapa kita harus punya tabungan dan juga dana darurat. Sesuai namanya, dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk kejadian tak terduga di masa depan.
Misalnya jatuh sakit, kendaraan rusak, rumah ada yang bocor dan harus diperbaiki, dan masih banyak lagi. Kondisi darurat, nggak ada yang tau kapan datangnya. Oleh karena itu, kita perlu melakukan persiapan dari sekarang. Dengan menyadari pentingnya dana darurat, ini bisa jadi langkah awal yang baik supaya pelan-pelan kita terdorong dan termotivasi untuk menabung.
Jumlahnya nggak harus besar, yang penting konsisten
Buang jauh-jauh asumsi kalau menabung harus besar supaya cepat terkumpul. Hal ini justru bisa menghambat dan menurunkan motivasi kita dalam menabung. Menabung butuh konsistensi dan waktu yang lama. Nggak masalah jumlahnya kecil, asalkan dilakukan secara konsisten setiap bulannya, lama-lama akan terkumpul juga, kok. Walau jumlahnya kecil, uang yang terkumpul adalah milikmu sendiri dan tetap bisa digunakan kapanpun kamu butuh.
Menyisihkan di awal gajian, bukan dari uang sisa
Kalau gajimu masih minim, jangan sampai menunggu sampai ada uang sisa di akhir bulan untuk menabung. Usahakan untuk sisihkan uang di awal saat baru terima gaji, sama dengan saat kamu mengalokasikan gajimu untuk kebutuhan lainnya. Nggak harus besar, kamu bisa tentukan jumlah uang yang paling pas sesuai dengan kemampuan dan besar kecilnya pengeluaranmu.
Buat target yang realistis agar termotivasi
Selain menyadari pentingnya dana darurat, hal lain yang nggak kalah penting untuk menambah motivasi kita dalam menabung adalah target dan tujuan yang realistis. Misalnya, dalam waktu setahun, kamu mau punya tabungan sebesar Rp 2 juta. Dari cita-cita inilah, kamu bisa membaginya ke dalam target kecil. Berarti, dalam 1 bulan, kamu harus bisa mengumpulkan atau menabung sebesar Rp166.000 atau lebih supaya terkumpul Rp 2 juta sampai 12 bulan.
Dari target yang kecil, kalau tercapai, kamu bisa membuat target baru yang lebih besar sebagai tantangan baru nantinya. Jangan lupa, berikan juga reward pada diri sendiri kalau berhasil mencapai target agar kamu makin termotivasi menabung!
Mempertimbangkan side job atau jual barang bekas layak pakai di rumah
Selain berkomitmen dan konsisten, nggak ada salahnya untuk mencari peluang tambahan penghasilan untuk tambah-tambah tabungan. Misalnya dengan mencari side job, freelance, atau menjual berbagai barang bekas yang masih layak pakai di rumah. Sekarang, ada banyak sekali situs pekerjaan freelance di mana kamu bisa membuat akun dan menjual keahlianmu. Bisa juga dengan buat usaha kecil-kecilan kalau kamu punya jiwa wirausaha.
Bukan cuma bisa menabung lebih, punya penghasilan tambahan bisa membantu taraf kehidupanmu jadi lebih baik. Kamu juga bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang lainnya, lebih daripada menabung dan punya dana darurat.